Aremania, Antara Benci dan yang Dibutuhkan
Lomba Menulis Artikel ONGISNADE.NET
Akhir-akhir ini para petinggi PSSI/BLI bolak-balik mengunjungi markas Singo Edan di Bhumi Arema. Mereka bilang kunjungan ini untuk melihat Arema bertanding atau lebih tepatnya untuk memantau Aremania sebagai pesakitan yg sedang diuji ketabahannya. Jika masih mem”bandel” kemungkinan akan ditambah atau diperberat lagi hukumannya. Tapi jika sebaliknya, ada grasi atau pengampunan gak, ya? Ok, biarlah itu urusan Komdis PSSI. Mau dikasih grasi atau gak, kami tetap Aremania yg pantang ngemis apalagi untuk setor upeti ke PSSI.

Tapi ada sedikit yg mengganjal dari kunjungan BLI /PSSI ini. Disamping melakukan pengawasan terhadap tingkat kepatuhan Aremania. Kenapa yg terucap dari mulut Djoko Driyono justru pujian2 terhadap Aremania. Dari soal kreatifitas yg tak pernah mati, sampai wacana akan menggelar pertandingan tim nasional di Bhumi Arema. Apa maksud sebenarnya dari PSSI ini, sudah dikenai sanksi hukuman masih dipuji-puji pula.

Memang ada beberapa perubahan yg cukup berarti pada perhelatan LSI yg untuk pertama kalinya di tahun ini. Peraturan terasa lebih tegas untuk semua tim. Walaupun masih ada yg terkesan “tebang pilih”, ya kita maklumi aja namanya juga proses. Tapi bukan itu masalahnya, aku cuma khawatir peraturan-peraturan yg dibalut dengan pujian-pujian ini akan memasung Aremania yg terkenal akan kreatifitas dan sikap kritisnya.

Coba saja lihat draft-draft aturan yg mereka (PSSI) buat, dari mulai lagu-lagu atau yel-yel, atribut, slogan-slogan, mereka sudah mulai atur. Maaf, aku bukannya pro kekerasan atau anti perdamaian. No anarchi, no rachism. Jelas! semua Aremania mendukung itu. Tapi jika sebuah lembaga (apalagi yg seperti PSSI) sudah kebal akan kritik, apalagi yg bisa kita harapkan.

Sebagus apapun kompetisi atau liga yg kita ikuti, kalo tidak diakui dunia, sia-sia juga. Tidak menutup kemungkinan apa yg PSSI upayakan bermuara kesana. Diakui atau tidak kita masih pioner. Apa yg kita perbuat pasti diikuti sama yg lain. Dan (lagi2) PSSI akan memanfaatkan itu.

Di era sekarang suporter sudah tidak lagi hanya sebagai penoton atau penggembira. Suporter telah menjelma menjadi salah satu komponen daripada kompetisi atau liga itu sendiri. Pada hakekatnya suporter adalah katalisator atau penyeimbang.

Ketika para pengambil keputusan atau pembuat aturan mulai bertindak salah, suporterlah yg akan menegur. Bisa juga menjadi pengawas bagi menejemen tim jika dirasa ada yg salah. Juga sebagai inspirator atau penyemangat ketika tim yg dibelanya sedang berlaga. Dan tentu saja sebagai penyumbang dana bagi klub.

Jadi dengan kata lain, maju dan mundurnya persepakbolaan di negeri ini, suporter juga ikut bertanggung jawab. Maaf, bukannya aku negatif thinking terhadap PSSI, sudah bukan rahasia umum lagi kalo PSSI suka mencla-mencle. Jadi wajar saja kalo kita mengantisipasinya.

Kalo memang mau dibuat peraturan terhadap suporter, ajak dialog seluruh suporter yg ada di Indonesia. Rumuskan suatu aturan yg fair, tidak berpihak, dan tidak membunuh karakter atau kreatifitas dari suporter itu sendiri. Dan yg pasti semua pihak harus menghargai dan konsekwen terhadap keputusan itu.

Tanpa terasa sudah 21 tahun kita para Aremania mendampingi Arema FC di jagat persepak bolaan negeri ini. Suka dan duka telah kita lewati dengan penuh kesabaran dan ketegaran. Aku yakin hukuman yg sedang kita jalani ini adalah rencana Tuhan. Tidak ada salahnya di usia yg ke 21 ini kita jadikan momentum untuk merefleksi diri. Apakah perjalanan kita selama 21 tahun ini ada peningkatan, kemunduran, atau stagnasi? Hanya sampeyan2 yg bisa menjawabnya.

Tak lupa aku ucapkan rutam nowus kepada Sam Lucky A. Zainal beserta Ebes Acub Zainal, Sam Ovan Tobing, tanpa kalian tidak akan ada sebuah klub sepak bola yg bernama Arema dan menjelma menjadi ikon di Indonesia.

Juga untuk rolod2 hebak di seluruh dunia, baik yg ada di dunia nyata ataupun maya.

‘TALAMES NGALU NUHAT ,MUGO2 AREMA TETAP JAYA SELAMANYA”
SALAM SATOE DJIWA…AREMA!!!!

artikel ini dikirim oleh:
JOHNNY AREMA
samynojd@yahoo.co.id


Berita Terkait



7 komentar

  1. SIJI
    14 Aug 08
    11:32 pm

    NUMERO UNO (UTAS).

    KEMBANGKAN TERUS KREATIVITAS AREMANIA. KITA TELAH MENJADI BAROMETER YANG MENJADI MENJADI ACUAN BANYAK KLUB LAINNYA.
    BUKAN TIDAK MUNGKIN KREATIVITAS KHAS AREMANIA AKAN MENDUNIA.
    TANPA AREMANIA SEPAKBOLA DI INDONESIA AKAN HAMBAR.

    SALAM SATU JIWA
    M E R D E K A

  2. ngalam itajes
    15 Aug 08
    5:43 am

    Mugo2 Arema menang lawan PSM kok senen. Dan jaya selalu beserta Aremania nya. Jaga sportifitas kita. Ojo gelem diprovokasi kadang lek ono sing nyobak2 ngajak ngrusak ndek njobo2 barang mungkin iku wonge sing nyusup ate ngejur aremania tekan njero.. MALAS UTAS AWIJ.

  3. ongis_giras
    15 Aug 08
    6:00 am

    agit jess….

    mugo2 arema nganem yo?
    menisan sebagai kado ultah arema dan reken-e sebagai “kado” peringatan ultah RI ke 63. semoga…

  4. AREMA POLICE
    15 Aug 08
    8:53 am

    mungkin dengan sanksi ini aremania bisa lebih kreatif karena aremania seporter yg datang dari hati nurani..

  5. ayik
    15 Aug 08
    8:53 am

    betul sekali yang ditulis sam Johnny di atas.ker sebagai aremania dan aremanita kita harus hati-hati dan waspada terhadap semua yang dilakukan oleh PSSi.WASPADA KER YOO.

  6. Imas
    15 Aug 08
    10:30 am

    SETUJU!!! PSSI memang harus diwaspadai.
    MERDEKA!!!
    MERDEKA!!!
    MERDEKA!!!
    ALAM SATU JIWA …. AREMA!!!

  7. cech_arya
    15 Aug 08
    2:40 pm

    hati2 ker ingat “SANJUNGAN ADALAH PETAKA” perlu dwaspadai kata2 PSSI, mgkin mreka sngaja, jgn sampae qt trhanyut oleh sanjungan PSSI
    ingat tanpa sanjungan PSSI dari dulu AREMANIA slalu KREATIF n KRITIS….
    SALAM SATU JIWA