Ongisnade News Ticker

Dari Championship Manager

Setiap orang berpikir bisa menjadi pelatih atau manajer sepak bola. Memenangkan beberapa pertandingan hingga menjuarai semua kompetisi di Championship Manager atau Football Manager membuat kita merasa bisa lebih baik dari pelatih klub sepak bola favorit kita. Benarkah demikian?


Rej memberi instruksi pemain reserve dan U-18 Watford

Championship Manager (CM) bekerja sama dengan tim Championship Division di Liga Inggris, Watford, memberi kesempatan kepada Arindam Rej untuk bergabung dengan manajemen klub berjuluk The Hornets itu sebagai pelatih tim U-18 dan tim cadangan (reserve).

“Ini adalah kesempatan besar untukku. Aku bisa membuat kesan kepada pemain muda klub ini. Kultur di Hertfordshire (kota asal Watford) sangat terkenal. Elton John, Geri Halliwell, dan Nikki dari Big Brother (selebritis pendukung Watford) akan bangga kepadaku,” ujar Rej kepada Dailymail.

Sebagai mentor untuk Rej adalah Brendan Rodgers, 36 tahun, mantan pelatih di Reading yang sekarang menjadi manajer. Pelatih asal Irlandia Utara itu menjadi pelatih tim cadangan Chelsea saat Jose Mourinho masih berkuasa di Stamford Bridge. Musim lalu, Rodgers bergabung dengan Watford.

Rej, 25 tahun, lantas mengungkapkan beberapa hal yang menjadi saran dari Rodgers.

“Hal awal yang aku pelajari adalah organisasi dan respek. Menjadi pelatih membuat anda memiliki kekuasaan. Tetapi apa perbuatan anda-lah yang akan membuat pemain respek, baik itu bagi pemain terbaik dunia maupun pemain muda. Orang harus bersikap respek pada anda,”


Tidak mudah menjadi seorang pelatih, bahkan di tim cadangan sekalipun

Arindam Rej, 25 tahun, pernah bermain untuk tim U-14 yang bermain di Sunday League Football, sebuah divisi kasta bawah sepak bola Inggris setelah Premiership, Football League, Conference (sekarang Blue Square Premier), dan Isthman League.

Di tempat latihan Watford yang juga digunakan oleh timnas Inggris U-21 itu, Rej dibantu oleh pelatih tim junior Watford, Sean Dyce, untuk memimpin latihan dan memilih pemain-pemain yang akan masuk line up.

Saat harus memilih pemain dan menjelaskan formasi permainan, Rej sempat grogi karena berhadapan langsung dengan pemain-pemain senior Watford, salah satunya adalah kiper timnas Estonia, Mart Poom.

Saat hari pertandingan, Dyche membantu Rej dari bangku cadangan pemain, namun semua instruksi sepenuhnya diberikan kepada Rej.

“Saat pertandingan dimulai, aku menyadari bahwa semua yang ada di laptop tidak akan banyak memberi efek. ‘Katakan kepada mereka untuk menjaga ritme permainan,’ demikian Dyche selalu mengatakan kepadaku. Aku tidak bisa membantah dan mulai meneriakkan hal itu kepada pemain. ‘Instruksi yang bagus, boss,’ timpal Dyche,”

Saat yang sangat menentukan pun tiba, yakni jeda pertandingan dimana Rej harus mengeluarkan “team talk”. Rej mengaku team talk dalam keadaan sebenarnya tidak semudah memilih satu di antara enam kalimat team talk seperti halnya di permainan komputer. Kita harus menghadapi pemain, dengan tingkat emosi yang berbeda. Belum lagi menjelaskan strategi yang akan dimainkan pada paruh kedua pertandingan.


Rej menggunakan CM untuk menjelaskan taktik dan pola yang dimainkan

“Saat babak kedua dimulai, aku sadar bahwa kata-kata yang telah aku ungkapkan saat team talk tadi yang akan membuatku menjadi seorang Professor baru. Seperti halnya Wenger. Tapi setiap kali pemain bertanya pergerakan mana yang salah, dengan cepat aku bilang: Aku tidak melihatnya,”

“Meski pertandingan di tim cadangan tidak banyak ditonton orang, tetap saja ada tekanan. Mungkin tidak jauh beda seperti mengarsiteki Wigan,” kelakar Rej.

“Aku harus mengakui bahwa sukses yang dicapai timku sama sekali bukan karena kemampuanku menjadi pelatih karena aku memiliki enam pemain senior yang bermain sangat baik,”

“Bila anda telah berpengalaman sebagai pelatih, hal itu pun tidak cukup. Penguasaan kata-kata, motivasi, menghadapi pemain yang ‘unhappy’, cedera, masalah internal lain, semua bercampur jadi satu dan anda tidak bisa menghindarinya,”

“Mungkin aku akan melihat Rodgers lagi setelah pertandingan. Tetapi aku akan mempertanyakan taktik yang dimainkannya. Aku tidak akan mendengarkan saran maupun perintahnya lagi sebagai pelatih. Karirku sebagai pelatih yang menyedihkan telah berakhir,” ungkap Rej setelah ‘masa kerja’nya di Watford berakhir.

Bagaimana dengan anda yang juga hobi bermain FM atau CM diberi kesempatan seperti halnya Arindam Rej? Masihkah anda berpikir menjadi pelatih atau manajer sepak bola semudah yang dibayangkan?

Arindam’s day at Watford was organised courtesy of Championship Manager. Champ Man is the closest you’ll ever come to the highs and lows of real football management.

Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri, jurnalis Ongisnade.net. Sumber: Dailymail


Tampilkan berita ini di Facebook  Tampilkan berita ini di Twitter

22 komentar

Berikut adalah komentar dari pembaca dan Aremania terkait berita di atas. Bagaimana dengan pendapat anda? Debat dan sampaikan melalui kolom komentar di bawah!
  1. dejavujava says:

    absen dsik

  2. Jenk Sr!e says:

    Arema_Aremania_Aremanita S1j dan tetap SEMANGAAAAAAAAT!!!

  3. FITRA TENGGARONG says:

    TIDAK SEMUA ORANG TERLAHIR SEBAGAI PELATIH …

  4. Aremania sing pingin Arema main ndek Gajayana maneh says:

    Wah yo sip! kok koyok e sak pemikiran ayas ambek Rej iki,, ayas sampe khatam e dulinan Football Manager,,

  5. Jenk Sr!e says:

    klo mudah udah dr dulu aq ngelamar jd manager Arema hehe…

  6. IngndrAREMANIA says:

    Hmmm… Oala…

  7. IngndrAREMANIA says:

    @Jenk sri : emmmuuuaach… Jgagagagaga…

    AREMA MEMBAHANA…

  8. Maya_Ayu says:

    Sory, aq ra mudeng blaz mbek tulisane cak Min…?!
    Coz aq seneng_e ngrungokno FM (radio)…mbek kirim CM (call me) = *808*no.tuj#OK
    ^_^

  9. eko polenk says:

    FM opo CM kudune di gawe bahan eksperimen skema+strategi karo pelatih2 indonesia.opo maneh pas presentasi strategi nang pemain gawe media audio visual.pemain2 iso lbh cepet itreng…

  10. Absen thok!! SALAM SATOE DJIWA!!!

  11. andik_bintaro@remania says:

    aq cm iso maen master league thok.. lek football manager ampun..
    y psti intix dr smua ini jgn suka cemooh pelatih/manager tim kan? jd pelatih emang g mudah,tp mnrutq tim y kuat g mngkin dciptakan dlam 1 musim doank.. sprti arsenal ma arsene wenger contohx.. jd yah otomatis g ganti2 pelatih.. truz buat arema sapa pelatih slanjutx..danurwindo nganggur tuh..

  12. Artikelnya gak nyambung. Mana brta ttg arema

  13. BIM2 says:

    oyg sam admin, mulai jamane championship manager sampe footbal manager utowo master league, ayas iso ngrasakno lek dadi manajer opo pelatih iku ANGEL TEMENAN.
    yoopo carane ngatasi pemain sing unhappy, unfit, lan liyo2ne, opo maneh pas ono pertandingan krusial, wah mumet ndasku.
    jadi benar sekali bahwa jd manager dan pelatih itu tak semudah yg kita bayangkan.
    poko’e get succes wis kanggo management lan yayasan arema.
    - S 1 JiwØ -

  14. BIM2 says:

    oyi sam admin !! mulai jamane championship manager sampe footbal manager utowo master league, ayas iso ngrasakno lek dadi manajer opo pelatih iku ANGEL TEMENAN.
    yoopo carane ngatasi pemain sing unhappy, unfit, lan liyo2ne, opo maneh pas ono pertandingan krusial, wah mumet ndasku.
    jadi benar sekali bahwa jd manager dan pelatih itu tak semudah yg kita bayangkan.
    poko’e get succes wis kanggo management lan yayasan arema.
    - S 1 JiwØ -

  15. Husni says:

    setubuh, eh sorry … setuju maksudnya, wkwkwkwk.
    maen CM ato FM aja susah, gmn kenyataan d’lapangan ??

  16. kenongosari says:

    Oh inti iku ngono tah…
    Sayang ndek ISL ga kabeh iso diterapno pelatih…
    Pelatih bagus,pemain bagus…
    yo jek kalah karo suap nang wasit
    jadi kualitas pelatih klub liga INDONESIA ga bisa disamakan Luarnegri..

  17. BIM2 says:

    lek maen cm utowo fm, umpomo kalahan iso add manager, tapi lek ndek alam nyata ??
    iso2 ditembak pengurus klub liyo. ha..ha..ha..ha..
    betul sekali sam admin, kenyataan tak semudah yg kita kira.
    - $ 1 JiwØ -

  18. BIM2 says:

    oyi kang min, rambutku ae sampe mbrodol mikirno pemain ndek FM.
    mendah dene dadi manager karo pelatih temenan, iso2 gundul ndasku. ha..ha..ha..
    memang “dunia nyata tak semudah di alam maya”. hik..hik..hik…
    - $ 1 JiwØ -

  19. BIM2 says:

    oh iyo sampek lali lek ndek FM gak ono sing jenenge suap-menyuap, skandal pengaturan skor, wasit pesenan lan kebobrokan liyo2ne.
    tapi lek ndek kenyataane ??
    monggo dipun pikir piyambek2. he..he..he..

  20. Ongisnade says:

    @ Arema police jember :
    Tidak semua berita atau artikel di Ongisnade.net berkaitan langsung dengan Arema dan Aremania, misalnya redaksi menampilkan edisi Ongisnade Weekend, Sepakbola Nasional, dan Bolavaganza, khususnya saat libur tanggal merah dan akhir pekan

    Artikel2 tsb juga untuk refreshing sekaligus menambah wawasan dan informasi tentang dunia sepak bola secara umum

    Terima kasih
    -redaksi-

  21. Ayas termasuk CM Mania.
    Bisa dikatakan mulai CM edisi tahun 96′an aku wis hobi main CM (kalau gak salah CM 2)…
    Saiki wis idrek, tetep CM wajib dimainkan selepas jam kantor.
    Pancen oye tenan fitur CM.
    Dah pernah nyoba FM tapi gak familiar sama fiturnya, jadi males.
    Lek menurutku fitur FM kurang menarik alias katrok…

  22. onod32 says:

    bedalah dunia nyata dengan dunia FM/CM. Dunia FM/CM dikalkulasi dengan hitungan rumus matematika. Kalau dunia nyata ya ada faktor emosi manusia dan faktor x yg banyak.

    Dari artikel diatas, ayas bayangkan memang hebat si Sir Alex Ferguson….tapi kenapa ya gaji manager lebih rendah daripada gaji pemain bintangnya?

Komentar anda


Komentar harus sesuai topik dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak menghapus komentar bila dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bernuansa SARA. Komentar anda juga dibaca dan menjadi masukan bagi pemain, pelatih, manajemen Arema Indonesia, dan PT Liga Indonesia. Tampilkan foto anda dengan Gravatar.


Ongisnade Store: End Season Sale