Kompetisi Liga Super musim 2009/10 baru memainkan empat pertandingan, namun Arema telah mengalami masalah finansial. Pemasukan yang diterima Arema Indonesia tidak sebanding dengan pengeluaran tim.

Pemain-pemain Arema saat pemanasan di Stadion Kanjuruhan. (foto: Ongisnade/Zul)
Menurut asisten manajer Arema, Rudi Susanto, pihaknya belum menerima dana dari Bentoel selaku sponsor yang akan dicairkan dalam lima tahap. Dana termin pertama yang cair sebesar Rp 2,5 miliar dan sisanya sebesar Rp 5 miliar akan cair dalam dua bulan.
Apa penyebab masalah finansial yang kini melanda Arema? Berikut kutipan wawancara Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko pada tabloid BOLA, 10 November 2009.
Tentang terlambatnya pembayaran gaji pemain?
Benar, gaji pemain belum dibayar. Kami mohon maaf pemberian gaji pemain haru smolor beberapa hari dan akan kami bayarkan secepatnya. Tapi saya heran kenapa baru terlambat dalam hitungan hari saja kok sudah ramai, padahal klub lain ada yang sampai tiga bulan belum gajian.
“Saya heran kenapa baru terlambat hitungan hari saja sudah ramai, padahal klub lain ada yang sampai tiga bulan belum gajian”
Sikap pemain asing dan pelatih yang kabarnya akan pergi karena belum menerima gaji dan signing fee?
Untuk pemain asing gaji mereka kami prioritaskan, hal ini demi kelancaran dan prestasi tim, termasuk pelatih.
Tentang kondisi keuangan Arema?
Kami awali tahun ini dengan kas nol. Arema tidak punya aset selain pemain. Ditambah pembengkakan anggaran dalam rekrutmen pemain. Semula dianggarkan Rp 9 – 10 miliar tapi membengkan lebih dari Rp 13 miliar.
Pemasukan dari tiket pertandingan?
Pemasukan tiket home hanya bisa untuk operasional. Hingga saat ini baru Bentoel yang memberikan dana sponsorship. Sponsor alternatif masih terus kami cari. Pengeluaran kami tidak sebanding dengan dana yang kami miliki saat ini.
Saya mohon dukungan Aremania untuk terus menonton laga kandang. Nasib Arema tergantung pada tiket pertandingan.
Langkah manajemen mencari solusi?
Kami akan cairkan termin kedua pendanaan dari Bentoel. Saat ini kami baru menerima Rp 2,5 miliar dari janji Rp 7,5 miliar.
Harapan dan langkah yang akan dilakukan PT Arema Indonesia?
Selain mencairkan dana dari Bentoel, kami juga mencari sponsor alternatif dan juga memaksimalkan penjualan a-board, selain memaksimalkan tiket. Saya mohon dukungan Aremania untuk terus menonton laga kandang sekaligus ikut mengawasi tiket agar tidak bocor atau dipalsukan. Nasib Arema tergantung pada tiket itu. (bola/onn)



























Pemain AREMA hrus ttap sbar&smngat!
Salam 1 Jiwa.