Krisis keuangan yang melanda Arema berimbas langsung pada pembayaran gaji pemain yang tertunda beberapa hari. Sempat muncul kekhawatiran hal tersebut berdampak pada pemain dan persiapan tim untuk laga berikutnya di Liga Super.

Profesional: Pelatih Arema, Robert Alberts, memahami kondisi klub dan kebutuhan pemain.
(foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Dari empat pertandingan yang telah dimainkan awal musim ini, Arema mencatat start meyakinkan dengan catatan tiga kali menang dan sekali imbang. Hermawan dkk pun bercokol di papan atas klasemen.
Pelatih Arema, Robert Alberts, berharap kesulitan finansial di Arema tidak berdampak pada pemain, meski ia memahami beberapa pemain Arema baru berumah tangga sehingga membutuhkan dana untuk kebutuhan hidup.
Robert yang tidak meragukan profesionalisme pemain-pemain Arema berjanji akan membantu pemain menyampaikan kepada manajemen agar gaji mereka segera cair.
Untuk biaya gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim, Arema harus mengeluarkan tidak kurang dari 600 juta per bulan. Jumlah itu belum termasuk akomodasi dan operasional.
Asisten manajer Arema, Rudi Soesamto mengatakan, pihaknya dibantu Direktur Umum PT Liga Indonesia, Kokoh Afiat, untuk mempercepat proses finalisasi pembicaraan kerjasama antara pihak Bentoel dan PT Arema Indonesia.
“Diharapkan secepatnya tuntas dan termin kedua dari Bentoel bisa cair dan dipakai membayar gaji pemain bulan Oktober,” ujar Rudi.
“Kami berharap, satu dua hari ini beres dan pemain bisa menerima gaji bulan Oktober yang sempat terlambat,”
“Pemain tidak perlu gusar, mereka pasti akan menerima haknya,” (rcm/mps/onn)


























