Gaji pemain yang belum terbayar mulai mempengaruhi kondisi pemain, seperti yang dikhawatirkan pelatih Arema, Robert Alberts. Pelatih asal Belanda itu meminta manajemen memberi kepastian kapan gaji akan dicairkan.

Menurut Robert, skuad Arema yang didominasi pemain-pemain muda masih berada dalam kondisi emosi yang labil, terlebih masalah keterlambatan gaji berpengaruh pada kebutuhan hidup pemain, terutama bagi mereka yang baru berkeluarga.
Karena persoalan finansial itu pula agenda uji coba menghadapi Gresik United dibatalkan, bila uji coba tetap dilaksanakan maka tidak maksimal karena konsentrasi pemain terpecah soal gaji.
“Krisis finansial bukanlah hal baru bagi Arema tapi kita tetap bisa mengatasi itu semua asal tetap optimis dan semangat. Manajemen perlu menggandeng sponsor baru selain Bentoel untuk menyokong dana kompetisi, harga tiket kandang dinaikkan, penjualan merchandise juga sangat membantu dan sumbangan dari para Aremania seperti yang pernah dilakukan saat Galatama maupun Ligina dulu,”
Bambang Wisanggeni – via Facebook
Salah satu pemain Arema yang enggan disebut namanya seperti dilansir Arema Corner mengatakan, persoalan gaji yang belum jelas meresahkan pemain Arema.
“Hingga saat ini pengurus yayasan belum bertemu pemain dan menjelaskan situasi yang ada. Sampai saat ini yang bicara dengan pemain hanya manajer. Bila pengurus yayasan bicara di depan pemain, maka pemain akan tenang karena kondisi seperti ini sudah biasa terjadi di sepak bola Indonesia. Biasanya, pucuk pimpinan tertinggi klub turun tangan langsung dan menenangkan pemain,”


























