Arema berpeluang naik ke puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia bila mampu meraih poin penuh atas tamunya, Persiwa Wamena, di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/12) sore.

Noh Alam Shah, kembali tampil setelah absen lawan Pelita Jaya karena akumulasi kartu.
(foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Dengan Persiba Balikpapan yang kalah 1-2 di kandang sendiri dari Persitara Jakarta Utara, Sabtu (5/12) kemarin, Arema yang berada di posisi kedua dengan 14 angka bisa menggeser posisi Persiba sekaligus menjadi capolista bila mengalahkan Persiwa yang berada tepat di bawah Arema dengan poin 13.
Namun seluruh skuad Singo Edan harus bekerja keras meraih poin di kandang sendiri atas Persiwa, tim yang musim lalu berada di papan atas. Dalam pertandingan kandang terakhirnya, anak asuh Robert Alberts dibuat frustasi dengan permainan defensif PSPS Pekanbaru dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol.
Menghadapi Persiwa, Arema tidak diperkuat dua gelandang pilar, M. Fakhrudin dan Roman Chmelo, yang terkena akumulasi kartu kuning.
Pelatih Arema asal Belanda, Robert Alberts, sudah menyiapkan Roni Firmansyah dan Rahmad Afandi sebagai pengganti keduanya.
“Roman dan Fakhrudin main bagus sebelumnya, tapi absen lawan Persiwa. Di gelandang kiri saya siapkan Fandy (Rahmat Afandi) dan posisi Roman bisa ditempati Ronny (Roni Firmansyah). Saya yakin, keduanya main maksimal nanti,” kata Robert.
Sementara itu bagi Persiwa Wamena yang tercatat belum pernah menang ketika menghadapi Arema di Malang, ingin mematahkan rekor tersebut Minggu sore ini.
“Kami ingin memperbaiki rekor pertemuan dengan Arema di Malang. Kami bisa menang di Wamena, tapi tidak saat tandang lawan Arema,” kata kapten Persiwa, Pieter Rumaropen.

Arema vs Persiwa musim lalu, menang 2-0 berkat dua gol Patricio “Pato” Morales (kanan).
(foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Arema patut mewaspadai mental tanding seluruh punggawa Persiwa yang sedang di puncak menyusul dua kemenangan beruntun di kandang atas tim besar, yakni Sriwijaya FC (3-0) dan Persib Bandung (2-0).
Absennya striker Eddie Foday Boakay membuat Direktur Teknis Persiwa, Djoko Susilo menyiapkan striker lokal seperti Albertho Mambrasar, Titus Bonai, Alan Arongear dan Siswanto Maco.
“Kami lupakan absennya Boakay dan siap memainkan penyerang lokal. Kami yakin, penyerang lokal Persiwa juga bisa membuktikan mampu memberikan yang terbaik untuk tim. Kami juga akan memberikan kepercayaan dan kesempatan tampil bagi mereka,” jelas Djoko.
Arema U-21 v Persebaya U-21
Pada pertandingan malam (kick off 18.30 WIB) usai Arema vs Persiwa, juga tersaji pertandingan di Stadion Kanjuruhan antara Arema U-21 v Persebaya U-21 yang merupakan laga perdana Arema U-21 di kompetisi Liga Super Indonesia U-21.
Trio pelatih Arema U-21, Supriadi-Khoiful Ajid-Bambang mematok tiga poin atas rivalnya itu demi memenuhi target lolos ke babak enam besar.

Arema U-21, hadapi rival Jawa Timur di grup II. (foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
“Kami harus menang lawan Persebaya. Manajemen mentargetkan kami lolos ke babak enam besar dan hanya dua tim terbaik di tiap grup yang lolos dari penyisihan grup pertama,” ujar Muhammad Topan, Manajer Arema U-21.
“Kami berharap dukungan moril dari manajemen dan tim senior sebagai motifator tim. Musim ini Arema U-21 diperkuat pemain muda bertalenta hasil binaan Akademi Arema. Kami juga berharap dukungan Aremania dengan tetap berada di stadion setelah mereka menyaksikan tim senior lawan Persiwa,”
Arema U-21 akan diperkuat enam pemain yang dipromosikan ke tim senior, mereka adalah Firmansyah Aprilianto, Fariz Bagus Dhinata, Fariz Al Farizi, Sunarto, Aji Saka dan Darmawan.
Musim ini, Arema U-21 berada di “grup neraka”, Singo Edan licek di grup II bersama Persebaya, Persema Malang, Persijap Jepara, Persela Lamongan dan Persik Kediri. (ant/mps/onn)


























