Panpel Arema akan memberlakukan sumbangan setiap tiket kepada Aremania sebesar lima ribu rupiah untuk membantu manajemen Arema melunasi gaji pemain.

Aremania di Stadion Kanjuruhan, diharapkan bisa membantu finansial Arema yang sedang mengalami krisis. (foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, Sabtu (26/12) mengatakan, tiket plus sumbangan ini akan diberlakukan mulai laga home Derby Malang antara Arema melawan Persema di Stadion Kanjuruhan (10/1).
“Selain laga melawan Persema, juga pada dua pertandingan lainnya melawan Persiba Balikpapan dan PSM Makasar. Semuanya bertujuan untuk memperlancar finansial Arema yang kini kritis,” kata Haris.
Haris menjelaskan, sumbangan lima ribu di setiap tiket hanya diberlakukan untuk kelas ekonomi, sebab untuk kelas VIP dan VVIP harga tiketnya sudah cukup tinggi.
Harga Tiket
Ekonomi: Rp 25.000 (20 ribu lembar)
VIP: Rp 75.000 (1000 lembar)
VVIP: Rp 100.000 (270 lembar)
Dari hasil sumbangan, Panpel merinci akan meraup dana yang cukup signifikan untuk membantu manajemen Arema.
Krisisi finansial yang melanda Arema membuat pelatih dan pemain asing yang merasa haknya belum dipenuhi mengancam untuk hengkang dari skuad Singo Edan.
“Kami mematok target cukup tinggi pada laga big match nanti. Diharapkan, bisa mencapai Rp 1 milyar. Ini penting agar Arema bisa kembali mengarungi kompetisi yang masih sangat panjang,” jelas Haris.
Ia berharap pada laga berikutnya Arema tidak kembali terkena sanksi. “Mudah-mudahan dari setiap laga, Arema tidak terkena sanksi kembali. Jika demikian, maka sudah pasti kami bisa membayar lunas semua kekurangan baik ke pelatih maupun pemain,” (onn/ant)


























