Beruntunglah Aremania karena menjadi aset tak ternilai bagi tim Arema dan tidak “terusir” dari rumah sendiri. Di Kediri dan Surabaya, sepak bola masih seperti sebuah trauma, tidak lagi olah raga yang menyajikan tontonan menghibur.

Stadion Tambaksari Surabaya
Hal itu secara kasar tercermin dari tidak keluarnya ijin menggelar pertandingan kandang Persik Kediri dan Persebaya Surabaya saat menjamu Arema Indonesia, pertengahan Januari ini.
Media Officer Arema, Sudarmaji, seperti dilansir Mas FM mengatakan, dirinya telah mendapat surat dari PT Liga Indonesia bahwa kepolisian Kediri dan Surabaya tidak bersedia menjamin keamanan pertandingan pada saat Arema menghadapi Persik di Stadion Brawijaya Kediri dan Persebaya di Stadion Tambaksari Surabaya.
PT Liga Indonesia memberi alternatif kepada manajemen Persik dan Persebaya untuk berkoordinasi dengan pihak keamanan dan venue alternatif menghadapi Arema.
Alternatif yang ditunjuk PT LI adalah Stadion Gelora Delta (Sidoarjo) dan Stadion Manahan (Solo).
Dua laga away Arema akan menghadapi Persik Kediri (16 Januari) dan Persebaya Surabaya (20 Januari).
Karena bukan laga usiran, Aremania bisa menyaksikan langsung dua laga away tersebut, baik itu nantinya diputuskan di Gelora Delta maupun Manahan. (onn/mas)


























