Ongisnade News Ticker

Interview: Pelajaran Berharga Dari Robert, “Jantan Akui Kekalahan”

Puji Pemain Lawan, Ajarkan Pemain untuk Jantan Akui Kekalahan
Ada satu pelajaran berharga yang diberikan oleh Robert Alberts, tidak hanya untuk pemain-pemain Arema, tetapi juga seluruh tim sepak bola di Indonesia: mengakui kemenangan lawan dengan jantan dan ksatria.

Robert Alberts
Robert Albert (kiri) bersama Liestiadi dan Danurwindo (kanan) pada konferensi pers usai pertandingan Persebaya vs Arema. (foto: Ongisnade/Adi Setiawan)

Tidak hanya itu, Robert juga tidak sungkan-sungkan memuji pemain lawan yang bermain lebih bagus dari timnya.

Kekalahan, bagi Robert, menjadi tamparan dan evaluasi sesungguhnya agar tim bisa bermain lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan pada pertandingan sebelumnya.

Bahkan di tengah teror Bonek yang melempari bus pemain hingga kaca-kacanya pecah (pengalaman pertama Robert di sepak bola Indonesia), pelatih asal Belanda itu masih bisa menyebut atmosfer di Surabaya sebagai “fantastis”.

Di dalam lapangan, Robert tetap memberi instruksi kepada kapten tim, Pierre Njanka, bahkan ketika pertandingan hanya tersisa satu menit dan Arema tertinggal dua gol.

Robert juga terlihat tidak canggung ketika harus berfoto dengan suporter lawan, sebuah bawaan dari Robert yang telah malang melintang pada sepak bola industri di Eropa dan persepakbolaan Asia (Korea Selatan dan Malaysia).

Berikut komentar Robert Alberts kepada reporter ONGISNADE, Adi Setiawan, di hotel pemain Arema, Sabtu (16/1) malam.

tentang gol pertama Persebaya…
“Terjadinya gol pertama Persebaya itu murni karena kesalahan pemain kita yang terlalu memberi ruang tembak kepada pemain Persebaya. Taufiq (pencetak gol) bermain bagus,”

tentang gol kedua Persebaya…
“Gol (Andi Odang) itu terjadi terlalu cepat ketika babak kedua baru berjalan satu menit sehingga pemain kita belum siap. Semuanya berubah ketika kita tertinggal dua gol,”

tentang pemain-pemain Arema yang tampak under perform…
“Mungkin karena adanya faktor non teknis yang membuat pemain tampak tidak enjoy dalam bermain sehingga tidak mampu bermain maksimal seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya,”

tentang lini belakang yang sering melakukan kesalahan…
“Pemain belakang kita memang kurang padu pada pertandingan ini, seperti Waluyo dan Zulkifli. Kami juga tidak bisa memainkan Purwaka yang tidak fit,”

tentang kekalahan dari Persebaya…
“Persebaya main bagus, mereka pantas menang. Kami akan membalasnya di Malang. Pertandingan ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain untuk pertandingan berikutnya,”

tentang pertandingan berikutnya lawan Persik…
“Senin atau Selasa besok tim akan langsung ke Lamongan dan melakukan uji coba lapangan di sana. Kami siap hadapi Persik,” (onn/zul/adi)


Tampilkan berita ini di Facebook  Tampilkan berita ini di Twitter

Komentar anda


Komentar harus sesuai topik dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak menghapus komentar bila dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bernuansa SARA


Ongisnade Store: End Season Sale