Pemain-pemain Arema berlatih lebih enjoy di Stadion Kanjuruhan setelah rumor kepelatihan selesai dengan happy ending.

Kurnia Meiga, pilihan utama di bawah mistar Arema. (foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Tidak ada krisis di tim Arema, meski sempat diguncang rumor pengunduran diri pelatih. Ahmad Bustomi dkk tetap konsentrasi menghadapi PSM Makassar pada laga perdana di putaran kedua pekan ini.
Arema tercatat belum pernah menang bila menghadapi Juku Eja di kandang mereka, Stadion Mattoangin Makassar. Sebuah rekor buruk yang coba dipatahkan oleh pasukan Robert Alberts.
Tiga poin di kandang PSM akan membuat Arema menjaga jarak dengan Persiba Balikpapan di peringkat dua, yang pada saat bersamaan menjamu tim sekota Arema, Persema Malang.
“Sekarang saatnya kami berkonsentrasi ke depan dengan melupakan segala kejadian-kejadian sebelumnya. Konsentrasi kami sekarang ini adalah memenangkan pertandingan lawan PSM di Makassar nanti,” kata Robert seperti dilansir Tempo.
Pada pertemuan pertama di Stadion Kanjuruhan, Arema menang 3-0 atas PSM Makassar yang menjadi pertandingan penutup putaran pertama. Tiga gol Singo Edan dilesakkan oleh Roman Chmelo, Noh Alam Shah, dan M. Fakhrudin.
Dua perubahan utama di komposisi pemain Arema adalah di sektor kiper dan gelandang. Kurnia Meiga kini bukan lagi berstatus deputi Markus, tapi kiper utama Arema menyusul kepastian dilepasnya Markus Haris Maulana oleh Arema.
Saat ini ada satu kiper seleksi di Arema, yakni Iswan Karim, mantan kiper Persigo Gorontalo. Namun bila Iswan lolos seleksi dan direkrut Arema pun posisi di bawah mistar Arema akan dipercayakan kepada Kurnia Meiga yang merupakan mantan kiper Timnas U-23.
Sementara itu belum bisa dipastikan apakah gelandang Esteban Guillen akan dimainkan di Makassar. Pemain asal Uruguay itu kabarnya baru akan tiba di Malang awal pekan ini. (onn/zul)


























