Tokuaki Suzuki yang menjabat sebagai Deputi Chairman Liga Profesional AFC menyatakan bahwa slogan “The Future Is Asia” yang menjadi motto AFC adalah sebuah target prestasi yang akan direalisasikan bersama oleh seluruh negara-negara anggota AFC, tidak terkecuali Indonesia. “Target AFC adalah klub Asia menjuarai Piala Dunia Antar Klub serta negara Asia berprestasi melebihi Piala Dunia 2002 lalu (semifinal).”
Langkah awal dari target tersebut adalah pembenahan kompetisi nasional. Untuk bisa mengikuti gelaran Liga Champions Asia, syarat mutlak kompetisi nasional adalah memenuhi Manual K yang dikeluarkan oleh AFC. Apabila sampai batas waktu yang diberikan oleh AFC (Mei 2008) nantinya klub-klub calon peserta Liga Super belum mampu memenuhi persyaratan tersebut, maka klub-klub Indonesia akan kembali tidak bisa mengikuti ajang antarklub paling bergengsi di Asia, LCA. Kemungkinan klub hanya boleh bermain dalam AFC Cup (ajang sekelas UEFA Cup di Eropa) selama belum bisa menyesuaikan diri dengan proses lisensi tersebut. (*)
Ketegasan AFC pun jelas, hal tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi. “Tidak ada kompromi untuk semua persyaratan ini. Memang akan membutuhkan waktu, tapi saya yakin (Indonesia) bisa,” kata Suzuki kepada Detiksport.com
Namun, hal sebaliknya diungkapkan BLI melalui ketuanya Andi Darussalam Tabusala (ADT), “Kalau memang belum bisa memenuhi syarat profesional, kami harus terima main di AFC Cup. Meski hanya boleh main di AFC Cup, Superliga tetap jalan. BLI pun tetap menuntut klub memenuhi lima aspek yang kami syaratkan”. (*)
Pernyataan bernada pasrah dan pesimis tersebut bisa mamicu banyak hal, di satu sisi klub semakin termotivasi untuk memenuhi lima aspek yang disyaratkan yaitu legal, infrastruktur, finansial, personal administrasi, dan sporting/pembinaan. Namun di sisi lain, klub bisa pula tidak termotivasi karena toh kalau pun tidak bisa memenuhinya, kompetisi tetap bisa berjalan.
Ya, tanpa memenuhi Manual K pun kompetisi tetap berjalan, tapi tidak jauh beda dengan kompetisi antar kampung (tarkam). Di saat negara-negara lain terus berbenah sesuai target AFC, kita hanya berkutat di level nasional. Kita bangga dengan hingar bingar sepakbola negeri sendiri, tapi (maaf) menjadi pecundang di level konfederasi.

Akbar Rasyid dan Patricio Morales, Kawasai Frontale (Jepang) vs Arema (foto : afcchampionsleague.com)
Padahal, partisipasi klub-klub Indonesia di ajang LCA menunjukkan grafik meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub wakil Indonesia seperti PSM Makasar, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan Arema Malang terbukti mampu mengimbangi tim-tim jawara Asia. Noda paling memalukan adalah saat jawara Ligina 2004, Persik Kediri, dibantai 15-0 oleh klub Korea, Seongham Ilhwa Chunma.
Pada perhelatan LCA tahun lalu, dua wakil Indonesia, Arema Malang dan Persik Kediri mampu mengimbangi klub-klub Jepang, Korea, dan Australia, meskipun harus finis di urutan 3 grup, bukan juru kunci lagi.
Padahal, persaingan di level Asia tidak semakin mudah, kita bisa melihat sendiri bagaimana peta persaingan level sepakbola Asia telah bergeser, dari Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan Cina) dan Asia Tengah (Arab Saudi, Iran, Bahrain, dan Uzbekistan,) ditambah raksasa pendatang baru, Australia. Belum lagi negara-negara dengan kekuatan baru seperti Irak sebagai juara Asia 2006 serta Korea Utara yang tampil mengesankan selama pra kualifikasi piala dunia 2010.

Timnas Irak, kekuatan baru sepakbola Asia (foto : the-afc.com)
Kembali kepada Manual K dan lisensi klub profesional di Indonesia, menurut direktur BLI Joko Driyono, Arema adalah yang terbaik dibandingkan dengan 17 klub Superliga lainnya. Dari nilai rapor kelengkapan data dan dokumen yang dikirimkan Arema kepada BLI 10 Maret lalu, BLI bisa melihat bahwa lima aspek untuk menjadi tim profesional nyaris dipenuhi Arema.
Arema mempunyai Akademi Arema dengan tingkatan usia 14, 16, 18 tahun, dan sekarang membentuk tim Arema U-21. Secara legal, Arema sudah berbentuk badan hukum dengan status perseroan terbatas (PT). Administrasi dan personal telah dipenuhi Arema. Aspek finansial dikelola secara profesional dengan menggunakan dana swasta murni atau non-APBD. Demikian pula infrastruktur home base Stadion Kanjuruhan sudah memenuhi kelayakan penerangan 1.200 lux, kelayakan pengamanan, dan kapasitas penonton. (*)
Superliga Mengacu Era Galatama
Sejumlah aturan ketat yang coba diterapkan BLI pada Liga Super 2008 sebenarnya bukan barang baru. Pada era Galatama akhir 1970-an, standar tinggi juga sudah diterapkan untuk kompetisi semiprofesional di Indonesia itu.
Hal tersebut meliputi beberapa hal, mulai dari segi finansial dimana klub mandiri tanpa dana APBD, hingga dari aspek pemain dimana klub-klub Galatama sudah menggunakan pemain profesional dan tidak terikat kontrak dengan suatu lembaga pemerintahan. Bahkan kabarnya, Jepang dan Malaysia sempat mempelajari Galatama sebagai embrio kompetisi sepakbola nasional mereka.
Setelah kompetisi dilebur jadi satu antara Galatama - Perserikatan, maka tim yang benar-benar profesional atau eks Galatama sepertinya kehabisan darah. Mereka kalah bersaing dengan tim-tim Perserikatan yang tanpa susah mencari dana dari APBD. “Saya dulu termasuk orang yang menolak merger kompetisi perserikatan dan Galatama. Beruntung Arema mampu eksis.” kata Lucky Acub Zaenal (Sam Ikul), pendiri Arema, kepada Tabloid BOLA (31/3/08).
Pembodohan Publik?
Lalu, akankah pernyataaan Andi Darusalam Tabusala yang menyatakan bahwa tidak akan memaksakan diri mengikuti LCA akan menjadi sebuah alibi dan pembenaran?
Alih-alih mendapatkan lisensi klub profesional, menyelesaikan konflik internal di tubuh PSSI saja tidak mampu. Kalaupun toh nantinya vonis FIFA benar-benar dijatuhkan ke Indonesia, dalam hal ini berarti Nurdin Halid tetap bertahan sebagai ketua umum PSSI, maka berbagai alasan dan pembenaran akan dikemukakan oleh PSSI dan BLI.
Suporter (S) : Mengapa Indonesia (untuk kesekian kalinya) tidak bisa mengirimkan wakilnya ke LCA?
PSSI (P) : Loh, itu kan karena klub-klub belum mampu memenuhi standar AFC (belum mampu, tidak mampu, atau tidak mau?)
S : Bukankah hal tersebut (gagal ikut LCA) sudah pernah terjadi?
P : Sekarang masalahnya lain, dulu karena keteledoran PSSI, sekarang karena infrastruktur. (bukankah juga merupakan bagian tanggung jawab PSSI?)
S : Mengapa Indonesia sampai dijatuhkan vonis FIFA & dicekal di level internasional?
P : Itu sudah keputusan FIFA, bukankah Kuwait juga pernah merasakan? (bedanya, di Kuwait ketika jatuh vonis FIFA, semua pengurus asosiasi sepakbola mereka mengundurkan diri karena merasa malu & gagal!)
S : Apa efeknya untuk sepakbola Indonesia?
P : Ya tidak apa-apa kita dicekal, toh kita masih bisa menggelar kompetisi domestik (tarkam) sambil membenahi infrastruktur (kalau sempat).
S : Bagaimana dengan visi Indonesia 2020?
P : 2020 kan masih lama, kita lihat dulu perkembangannya nanti… (seribu langkah akan kita lalui hanya apabila kita mengambil langkah pertama!)
S : Mengapa Nurdin Halid tidak mau mundur dari ketua umum PSSI?
P : Ah, itu bukan kewenangan saya untuk menjawabnya…
(semoga pembicaraan singkat antara salah satu suporter yang bercita-cita ingin melihat timnasnya berjaya di level internasional dengan salah satu anggota PSSI yang tidak mau disebutkan namanya di atas tidak akan pernah terjadi, semoga…)
Majulah Sepakbola Indonesia
Salam Satu Jiwa!



















02 Apr 08
12:26 pm
the future is Arema (dalam konteks ke superliga), kita harus berbenah dari sekarang, untuk lebih baik. Sinergi malang (pemda) dan Arema terlihat, 1. Renovasi Stadion 2. Club Mandiri tidak tergantung APBD 3. Support dari pendukung sebagai Owner. Cukup layak untuk ikut Zona AFC/ Championsnya Asia. Sekarang tinggal Induk Organisasinya aja yang harus dibenahi (Revolusi) untuk menjadi negara dengan sepakbolanya yang maju.
Rata-rata Asia tenggara Singapura, Vietnam, sudah lebih maju dari Indonesia, tetapi Indonesia sendiri malah yang lebih mundur. Salah Urus ? Pasti.
Go head Arema, Go head Indonesia.
02 Apr 08
1:35 pm
oalah pssi ancen kacrut… piye yo ko ga brubah2.. kudu dikudeta
02 Apr 08
1:43 pm
hahahhahaaha jujur ya setiap saya buka ongisnade . net yang saya pengen cari adalah berita terbaru tentang arema, dan setiap buka klo yg di bahas pssi saya udah mengira jawaban nya adalah Pssi gak akn berubah walau kiamat sudah dekat. mending kita cekal aja ya pssi kayak tangerang mencekal dewi persik. lek dewi persik di cekal krn goyangan nya lek pssi wes gak goyang tapi ambruk sepak boal indonesia karena meraka yang jadi ketua dan pengurus e
02 Apr 08
1:51 pm
wah…lek ngomongno soal PSSI maneh gak osi komentar aku…
males nanggepi…
02 Apr 08
2:07 pm
Oyi sam nolab… aku ya igal lesek sama berita PSSI…..
Salam satu jiwa……..
02 Apr 08
2:56 pm
Nolab Gendeng weee…
kawkawkakw
ASMUNI= Asal Muni
ASTUTIk= Asal Metu titik
Ya Gak Mau Tau (Bos ku yo ngomong ngono)
Mboh Wes
S: gmn klo Indonesia tidak bisa Maen sepak Bola
P: Ya ga mau tau
Anjriitt………
wes
PSSI iku top markotop Gobloke
02 Apr 08
5:28 pm
Sorry Sam Admin, Judule J-League Dulu Belajar dari Sepakbola Indonesia (Galatama), tapi contentne koyoke menurutku masalah sepakbola asia (AFC) & pssi (no comment).
02 Apr 08
6:06 pm
Jare tonggoku nukud…
Pas takon daftar sementara penghuni NERAKA,teryata NURDIN HALID cs masuk daftar 10 besar.
Wah kipa temen yo genaro utas iki.
SELAMAT HUT MALANG KE 94.
MALANG kota kelahiranku,kota lahirnya AREMA-AREMANIA.
Nawak2 nang ONGISNADE.NET PODO ILAL THA?WINGI DI ELING NO EL KEPET NANG BOS BAL BALAN BOS ARTUPANES.
02 Apr 08
6:55 pm
Kalo permasalahanya sudah seperti ini sekarang siapa yang berani berteriak untuk berkata TIDAK pada REVOLUSI PSSI, API REVOLUSI SUDAH KITA KOBARKAN, PANTANG UNTUK KITA MELANGKAH MUNDUR UNTUK SAAT INI, MAJU TERUS HANCURKAN REZIM NURDIN HALID.
Untuk saat ini kita lupakan dulu famatisme kedaerahan kita, mari kita rapatkan barisan dan berteriak REVOLUSI, demi kemajuan sepak bola negri ini.
SALAM 1 JIWA AREMA…
SALAM REVOLUSI…!!!!!!
02 Apr 08
7:45 pm
yo opo lek nggawe PSSI tandingan wae…..
ketua ne Darjoto Setiawan,sekum e Satria Budi Wibawa….
dijamin timnas akan garang……dan bisa menandingi THAILAND,SINGAPURA,VIETNAM…….
KARENA PEMIKIRAN AREMA selalu selangkah di depan orang2 PSSI BANGSAT………
S 1 J
03 Apr 08
12:34 am
koq antara judul karo isine gak nyambung?
03 Apr 08
6:48 am
@ kucluk :
semoga gak salah urus lagi sehingga poin-poin 1 - 3 yg sampeyan sebut di atas tdk percuma begitu saja, asal ada kemauan di situ ada jalan..
@ galih :
mugo2 cpt brubah..
@ donny, NolaB, ONgis_East Batavia :
hehehe… nuwus sam.. tp gpp buat refreshing aja, skalian terus “memantau” gerak-gerik PSSI, halah…
@ rey AremaniA Pandaan :
sam rey iki pinter nggawe akronim… joss
@ kucluk @ ade :
oyi, memang kit sdg mengangkat tema sepakbol asia dan PSSI, kenapa? karena sepakbola asia, khususnya jepang, dulunya belajar dari kita di era galatama, tapi lihat sekarang bagaimana pencapaian kita (dengan liga indonesia) dan jepang (J-League)
ongisnade.net berharap nawak2 yg membaca artikel ini bisa mengambil benang merah sambil melihat kembali ke sejarah bahwasanya sebenarnya kita mampu, namun kita (maaf) tidak mau atau enggan melakukannya…
dari sinilah semoga pikiran2 kritis kita untuk tetap menatap liga indonesia sebagai project prestasi timnas untuk memberikan prestasi di masa depan sebenarnya bukan utopisme belaka. nothing is impossible
@ kampes :
oyi sam, reneb…. tujuan kita semua adalah satu, prestasi sepakbola indonesia
@ ardhy :
weh, mboys iku sam, ngko timnas-e mesti maen di malang, hahaha…
kadit sam, guyon…
tapi wacana untuk membuat pssi tandingan tsb merupakan salah satu ide revolusioner, meskipun nantinya terbentur dengan birokrasi dan aturan2 FIFA
03 Apr 08
7:10 am
Lebih baik AREMA ikut liga tetangga saja….jelas- jelas lebih berkwalitas…nantinya Ins4w1 kan di ikuti yang lain…biar pssi main sepak bola sendiri-sendiri…di lapangan Lembaga Permasyarakatan..
#*??* PSSI
s 1 j
03 Apr 08
2:20 pm
@ admin
saya sih setuju saja dengan sam admin. cuman saya masih bingung…
kalau memang dulu J-LEAGUE belajar dari GALATAMA ( seperti judul yang mas angkat )
datanya ada atau tidak? maksudnya, kapan, apa yang dipelajari, hal hal apa yang ada di GALATAMA yang kemudian dipelajari oleh J-LEAGUE, harusnya datanya juga dimuat. supaya saya lebih pinter….. hehehehe…
kalau anda katakan ” khususnya jepang, dulunya belajar dari kita…” nah.. berarti anda kan punya datanya “dulu” itu kapan… tahun berapa gitu loh maksud saya.
semoga untuk kedepan lebih detail dalam pemilihan judul dan konten artikel….( bukan ngajari sihh…) tapi khan sayang… kalau J-LEAGUE dulu belajar dari GALATAMA itu ternyata cuman ” KATANYA”
kalau memang ada “FAKTANYA” saya pasti akan bangga
16 Apr 08
4:56 pm
Di sepakbola ada pemain asing, gimana kalo pengurus pssi nya diganti semua sama pengurus asing?????…….Nugraha Ga Becus….sialan dangakalan……nurDiN HAlid muke tembok
23 Jul 08
3:51 pm
pssi… adalah organisasi yg paling gagal di asia…….pengurusnya gax tau malu….. makan uangnya doank……hoi nurdin klo punya perasaan mundur donk…… sekali lagi mundur donk..dengan begitu sepak bola indonesia bakalan maju gitu aja kok repot indonesia punya talenta muda asal papua titu bonay
14 Aug 08
1:08 pm
Sebenarnya sepak bola kita bisa maju kalo kita bener-bener mau tapi nampaknya para pelaku bola kita nampak enggan untuk maju tau knapa? conyoh paling mudah adalah soal wasit kita semua tahu kalo wqasit bukanlah pekerjaan mudah apalagi di negara kita.. yang punya sejarah kalo wasit selalu menguntungkan kubu tuan rumah tetapi walaupun begitu bukanlah alasan untuk tidak menghormati keputusaN wasit..pemain kita sering sekali bermain seenaknya sendiri misalnya mereka bermain kasar tetapi kalo di kasari tidak mau tentunya ini membingungkan para wasit belum lagi kalo wasit memimpin pertandingan di daerah yang notabene jauh dari jangkauan media (pantauan)sudah tentu tekanan kepada wasit semakin menjadi-jadi dari ancaman psikis sampai fisik ……sekarang wasit mana yang mampu memimpin pertandingan dengan benar kalo begini terus..wajar pemain kita tidak pernah sukses di level internasional …pemain kita sendiri tidak memperbolehkan pemain lawan untuk mengeluarkan permainan terbaiknya karena “gaya” sedikit sudah dikasari bagaimana bisa kita punya pemain seperti cristiano ronaldo..contoh lagi soal tendangan bebas pemaon lawan tidak mau untuk mundur sesuai ketentuan wasit..hal ini merugikan 2 pihak bagi penendang tidak akan ada pemain yang punya tendangan seperti david beckham, sedangkan bagi tim bertahan para defender dan kiper kita tidak akan mempunyai skill untuk mengantisipasi bola mati padahal bola mati adalah salah satu cara untuk menjebol lawan hal ini sering kita saksikan ketika timnas melawan tim luar negeri kita serinjg kewalahan dalam hal bola mati, kenapa kita tidak mau belajar dari kesalahan yang sudah lama sekali terjadi….
02 Sep 08
4:11 pm
Makasih bwt bang gusnul yang bw arema menang lagi. Met puasa Ramadhan bwt seluruh official,management, n pemain. Bwt Kecenk Suyono u r the magic footballers, n bang gusnul mirip the special one. Arema berjuang terus ker, jgn patah semangat. Ayo jadikan AREMA sebagai juara di liga apapun bang gusnul. Ibnu grafika.