“Football isn’t just about winning and losing. Its about respecting your teammates and opponents too.” Demikian yang dikatakan oleh Sanli Tuncay, striker Turki dan Middlesbrough, kepada kickitout.org. Ketika kampanye “respect” dan anti rasisme begitu gencar digemborkan pada sepakbola industri di Eropa, sepakbola Indonesia masih sering merasakan sikap dan perilaku barnada rasis, baik secara langsung maupun tidak, kita bisa merasakannya terutama saat pertandingan.
Pemain Arema Korban Rasisme
Musim lalu, korban aksi rasial dari tim Arema salah satunya adalah kapten Alexander Pulalo. Salah satu kasusnya adalah ketika Arema melakoni laga away melawan PSIM Jogjakarta, setiap Alex menerima dan membawa bola selalu disertai teriakan bernada rasis oleh penonton tuan rumah. Kejadian tersebut luput dari pantauan PSSI maupun BLI dengan alasan tidak ada bukti.
Selain Alex, pemain asing Arema asal Afrika juga sering menjadi korban tindakan rasial, terutama saat laga away. Musim lalu Arema diperkuat oleh pemain asal Afrika yaitu Bruno Coutou, Anthony Jommah Ballah, dan Essa Mvondo pada putaran pertama, sedangkan Tarik El Janaby dan Emile Mbamba masuk pada putaran kedua.
Hampir Semua Pemain Impor Arema Berasal dari Afrika
Pada Superliga edisi perdana ini, sudah empat pemain impor asal Afrika yang dikontrak oleh Arema, mereka adalah Aaron Nguimbat, Souleymane Traore, Emaleu Serge, dan Emile Mbamba. Jumlah tersebut bisa saja bertambah andai Esaiah Pello Benson jadi direkrut oleh Arema sehingga kuota lima pemain asing Arema semuanya berasal dari benua hitam.
Perilaku Kita Masih Rasis?
Secara langsung atau tidak langsung, kita sadari atau tidak, perilaku kita pun kadang masih mengandung unsur-unsur rasisme -dalam konteks sepakbola-, seperti meneriaki atau menghina pemain lawan berkulit hitam, hingga mengkotak-kotakkan atau menciptakan gap antar pemain berdasarkan warna kulit maupun asal negara.
Transfer Knowledge dan Attitude Pemain Asing
Pemain asing di persepakbolaan Indonesia, dari manapun asalnya, tujuan utamanya adalah transfer ilmu sepakbola. “Pemain asing kita harapkan mampu melakukan transfer knowledge serta attitude sebagai pemain sepakbola profesional kepada pemain lokal,” jelas coach Bambang Nurdiansyah kepada Ongisnade.Net.
Meskipun demikian tak jarang masih ada beberapa pemain asing yang berulah dan menjadi biang keributan di atas lapangan maupun tindakan indispliner di luar lapangan. Masih ingat akhir musim lalu ketika Anthony Jommah Ballah berulah dengan Sutaji (Arema). Atau tindakan indispliner terkait masalah kontrak oleh Ambassa Guy Gerard dan Tarik El Janaby.
Kick Racism Out of Football
Sesuai dengan slogan “Kick Racism Out of Football”, sudah saatnya kita membuang jauh-jauh sikap rasis dalam sepakbola. Kalau Arsene Wenger membangun Young Guns Arsenal-nya dengan mengambil talenta-talenta terbaik dari Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan, hal tersebut sudah cukup menjadi bukti bahwa sepakbola adalah sebuah industri global yang tidak lagi mengenal batas negara, agama, suku & ras, maupun golongan tertentu.
Apa Kata Mereka?
Berikut penuturan beberapa pemain sepakbola Eropa terkait dukungan mereka terhadap program “Kick Racism Out of Football” sebagaimana dikutip dari kickitout.org
“Football isn’t just about winning and losing. Its about respecting your teammates and opponents too.”
Sanli Tuncay, Turki
“I hope that we use this summer’s festival of football to say NO to racism and YES to harmony and respect.”
Iker Casillas, Spanyol
“It is vital that we respect everyone involved in football regardless of background to help rid the game of racism.”
Angelos Basinas, Yunani
“I am unwavering in my belief that racism and all other forms of discrimination should be stamped out to allow our game to continue flourishing.”
Edwin Van der Sar, Belanda
“Football is a game to be enjoyed by everyone, regardless of creed, race or colour. Euro 2008 will provide us all with the opportunity to show that football really is the beautiful game.”
Andreas Ivanschitz, Austria
“We may all be competing to win Euro 2008, but we all stand together on one belief - to kick racism out of football.”
Cristiano Ronaldo, Portugal
“Racism has no space on a soccer pitch. Especially not at a European Championship. We as players always want to win. But we face our opponents in any case with respect and in fairplay.”
Michael Ballack, Jerman
“We must remain vigilant against racism and every form of intolerance or racially motivated discrimination.”
Fabio Cannavaro, Italia
Aremania : Say No To Racism
Sudah saatnya pula PSSI dan BLI mengkampanyekan Anti Rasisme pada seluruh strata kompetisi sepakbola nasional. Sementara Aremania bisa sebagai pionir untuk mengkampanyekan “Say No To Racism” kepada seluruh kelompok suporter sepakbola nasional. (zoel)
DOWNLOAD Kick Racism Out of Indonesian Football di sini




















28 Jun 08
7:04 am
nomer siji maneh tah? bosen aku…
28 Jun 08
7:06 am
Say no to racism……!!!!
28 Jun 08
7:07 am
ndelok rupane no utas iki,ker
podo nangdi kera kera iki..sek turu tah
tangi tangi mosok kalah karo zoel
28 Jun 08
7:18 am
utujes looooooop karo sam admin mari kita buktikan lek AREMANIA bisa idad pioner to Say NO To rasism …. oyei ….
HIDUPLAH AREMA
HIDUPLAH AREMANIA
HIDUPLAH INDONESIA RAYAAAA…….
28 Jun 08
7:28 am
Wahh Setuju bangettt
Say no to rasiscm
AremaniA Satoe
Aremania ika
seperti
ga ada kembaliannya
Mau permen
Apa
Nelfoooooooooonnnnnnnnnnn………
Loyalitas tanpa Batas
28 Jun 08
7:39 am
one vote.. “SETUJU”
salam satu jiwa AREMA
28 Jun 08
8:52 am
Absen Thok
28 Jun 08
9:53 am
Absen sek….He he he Sungkan karo Sam Zoel
28 Jun 08
11:17 am
Sejarah arema slalu memakai pemain asal papua,afrika dan amerika latin dari dulu dan tak ada masalah. Apalagi malang kota pelajar notabene bnyk org dari luar dtg belajar di sini.
Menurut pengalamanku slama nonton arema gak pernah ada racisme dari aremania. Dan seharusnya no place for racism in bhumi arema.
28 Jun 08
12:26 pm
Who say racism, Kick out of Football.
Football is harmony & Unity.
I love Football, I love Arema. Win or Lose is ussually.
28 Jun 08
12:32 pm
SAY NO to RACISM !!!
SAY YES to BOIKOT PRODUK JARUM !!!
BENTOEL … YOU’LL NEVER SMOKE ALONE …
28 Jun 08
4:34 pm
sam admin …
timbang nganggur mbok digawekno banner tekok ongisnade.net seng isine ajakan memerangi rasisme gawe aremania, sukur2 lek supporter indonesia liyane seng sering mecungul nang dunia maya trus masang banner e nang blog e dewe dewe …
tak enteni pokoke …
ojo gede gede tapi ukurane
wes njaluk tulung, kakean cangkem ayas iki ;))
28 Jun 08
9:45 pm
@NolaB: I don’t smoke anyway!
@Zoel: Keep up the good work! Ongisnade.net is the best fan website!
29 Jun 08
12:37 am
sebagai supporter sejati…setuju-setuju aja “SAY NO RACISM” yang dipertanyakan bisa tidak pssi “SAY NO CRIM”….:0
29 Jun 08
12:50 am
dimana-mana kami berdiri
dimana-mana kami menari
dimana-mana kami bernyanyi
kami selalu diawasi dan dicaci maki PSSI
untuk diberi sanksi
PSSI = DJARUM = NURDIN H
kami benci MEREKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
malas utas awij
S1J
29 Jun 08
1:18 am
say no to racism
say no to anarkism
say no to crim
say no to pssi
say no to djarum
say no to bondo nekat
say no to djajat sudrajat
say no to nurdin
say no to nugraha ga’ becus
say no to ndelok ga mbayar
29 Jun 08
3:53 pm
@ jon :
usul umak bagus dan memang menjadi bagian dari agenda ONGISNADE.NET mengkampanyekan ANTI RASISME pada persepakbolaan Indoensia. Tunggu saja “tanggal mainnya” di ONGISNADE.NET
.
sekedar info, kampanye anti rasisme ini merupakan bentuk kerjasama tidak langsung antara ONGISNADE.NET dengan KICKITOUT.ORG yang bermarkas di Inggris
.
DOWNLOAD “Kick Racism Out of Indonesian Football” ONGISNADE.NET
30 Jun 08
4:26 pm
Yup gak ada ceritanya rasisme di mana2…
Malu ayas ngeliat orang Indonesia melakukan tindakan rasis terhadap pemain berkulit hitam.
Orang Indonesia belum ada apa2nya sama pemain Afrika yg sudah mencicipi Piala Dunia..
Orang Indonesia di forum2 dunia suka ditertawakan/dilecehkan…
Tidak seharusnya kita arogan…masih mending arogan tapi punya reputasi daripada arogan tapi tong kosong…
02 Jul 08
10:30 am
kabar kabari lek wes rilis banner e … oyi?
01 Aug 08
10:03 am
delok en ndek http://WWW.KUPRET77.BLOGSPOT.COM Aremania kepulauan riiau punya wacana
02 Aug 08
12:27 am
“MENGKOTAKAN” BONEK TERMASUK RACISM GAK.?