Di tengah hingar-bingar pekan perdana Indonesia Super League (ISL), tidak banyak publik sepakbola nasional yang menyoroti hasil dua kali laga tim nasional Indonesia U16 pada ajang AFF Under-16 Youth Championships di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.  Bertindak sebagai tuan rumah, para pemain muda harapan timnas di masa mendatang dipermak habis oleh Australia dan Bahrain seakan menyiratkan begitu jomplangnya kualitas sepakbola kita dibandingkan negara-negara Asia.

Junior - Senior Sama Pecundang
Belum lepas dari ingatan kita ketika tim nasional senior yang turun pada babak kualifikasi Piala Dunia 2010 kalah telak 1-4 dari Suriah di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Kemudian seakan mengibarkan bendera putih, PSSI mengirim tim nasional U23 pada leg ke 2 di Suriah, hasilnya? Timnas dipecundangi 7 gol tanpa balas. Pada level junior, kekalahan telak timnas U16 dari Australia 0-6 dan Bahrain 0-2 pada Piala AFF U16 membuktikan kualitas tim nasional kita tetap “gitu-gitu aja”.

Mencari Alibi
Setiap kali kalah (telak), berbagai alibi dikemukakan pelatih. Mulai dari persiapan yang mepet, kalah postur, kalah skill, sudah berupaya maksimal, dan lain-lain untuk sedikit menghibur publik bola tanah air. Padahal di balik itu muncul sebuah pertanyaan besar, kalau di level junior saja selalu kalah, bagaimana nanti di level senior? Bukankah mereka juga kelak akan menjadi pilar timnas pada masanya?

Visi Indonesia 2020?
Mungkin, publik masih bisa sedikit memahami kekalahan timnas U16 dari Australia dan Bahrain, namun sampai kapan tim nasional kita selalu memberikan kekalahan demi kekalahan pada setiap ajang resmi yang diikuti? Kalau bersaing di level Asia Tenggara dan Asia saja tidak mampu, lalu di mana letak bayangan titik akhir tujuan PSSI (ambisi ketua umumnya, Nurdin Halid) dengan visi Indonesia 2020?

Piala AFF U16, Indonesia vs Australia 0-6
Piala AFF U16, Indonesia vs Australia 0-6

Pembinaan Tidak Jelas
Pengiriman tim nasional junior untuk mengikuti Liga Quinta di Uruguay sejak hampir setahun yang lalu pun juga “gitu-gitu” aja, hal tersebut terbukti dengan seringnya timnas junior kita kalah telak dengan pesaing-pesaing mereka sesama tim junior klub-klub Liga Uruguay. Timnas junior di Uruguay kemungkinan besar tidak akan jauh beda nasibnya dengan pengiriman timnas ke Belanda atau Argentina beberapa waktu yang lalu.

Mulai dari Kompetisi
Semua negara di dunia ini tahu dan mengerti, bahwa tim nasional yang tangguh akan terbentuk dari kompetisi yang berkualitas. Pembinaan usia dini tidak dimulai dari berkumpulnya pemain junior untuk mengikuti TC jangka panjang, melainkan diambil dari pemain-pemain terbaik yang mengikuti kompetisi junior di level klub, sebagaimana pemain senior diambil dari mereka yang bermain baik di klub masing-masing.

Yang Muda, Yang Beringas
Seakan tidak mau kalah dengan para seniornya, pemain-pemain muda yang berlaga di PON XVII Kaltim pun memperagakan aksi “pencak silat” di sepakbola. Perkelahian dan aksi anarkis menyerang wasit masih terjadi pada ajang PON. Kalau di usia muda saja mereka sudah beringas, bagaimana nanti ketika kelak mereka menjadi pemain profesional?

Langkah Awal di Superliga
Dengan adanya kompetisi junior (Arema juga akan mengirimkan tim Arema U21) sebagai kompetisi pendamping Superliga diharapkan akan membiasakan pemain muda merasakan ketatnya kompetisi. Dari sini semua kembali ke PSSI sebagai pengayom sepakbola negeri ini. Tidak perlu jauh-jauh mengirimkan tim nasional junior ke benua lain, dari kompetisi yang sehat dan berkualitas di negeri sendiri akan muncul pemain-pemain yang memiliki skill dan intelegensia yang akan menjadi pilar timnas di masa depan. (zoel)

(foto: okezone.com)

Kaos Original Merchandise Ongisnade.Net


Berita Terkait



27 komentar

  1. arek malang
    15 Jul 08
    1:03 am

    pancet ae ceritane
    semua itu berkat para petinggi2 PSSI!!!
    tak akan berubah jika mereka tetap berada di situ!!!
    AREMA TILL I DIE

  2. 65134
    15 Jul 08
    1:20 am

    Sing penting absen sek..
    Ayas hadir cak….

  3. m@lda.ni
    15 Jul 08
    1:57 am

    BLI sudah berubah….
    Suporter sudah berubah……
    Manajemen juga sudah berubah….
    PSSI *OK..!!! Kapan berubah……………….

    salam1jiwa_AREMA

  4. aremania-flores
    15 Jul 08
    4:53 am

    bosen halak terus…. mending ndukung AREMA ae…

  5. Libink
    15 Jul 08
    6:33 am

    Absen.. No comment..

  6. aremaut
    15 Jul 08
    6:45 am

    kalah sudah biasa. menang luar biasa…
    EN…DO…NE…SA…

  7. rey AremaniA Pandaan
    15 Jul 08
    6:56 am

    Indonesia Mau mlangkah kemana lagi
    Udah cukup liga Indonesia Saja
    Sepak Bola Indonesia Ga bakalan Bisa Maju
    Jujur Ker Ayas Pesimis
    Arema Singo Edan
    Champione Asia

  8. 0341
    15 Jul 08
    6:57 am

    bangkitnya sepakbola Indonesia, akan dimulai di bumi Arema. Buktikan…Arema for Indonesia…

  9. rey AremaniA Pandaan
    15 Jul 08
    6:57 am

    Iri Aku Ama Tim² Afrika
    Tim Togo dan Pantai Gading Aja bisa mnembus Piala Dunia
    Kita???
    Apalagi yg harus Dibenahi?
    Percuma Kalo pelatihnya
    Aresene Winger Kalo pemain Indonesia Ga punya Skill
    Malu Om

  10. Ongis_Iras
    15 Jul 08
    8:06 am

    percuma sam…
    meski pelatih & pemain2nya bertaraf internasiona tp kalo pnguruse sepakbola indonesia alias PSSI *OK cuma “gitu-gitu aja”
    indonesia selamanya akan “gitu-gitu aja”
    timbange mumet mikir indonesia yg cuma “gitu-gitu aja” mending dukung arema buat jd campolista….
    S1J

  11. Sepak Bola tdk akan bisa berubah kalo sing punya kebijakan pelakunya seorang kriminal, koruptor dan penjahat…

    Waspadalah dan tunggu kehancurannya sepak bola Indonesia kalo petinggginya orang itu-itu saja …

    Bravo Arema
    Bravo AremaNia n Nita.

  12. Arema Adoh
    15 Jul 08
    8:54 am

    Gak ono benere blasss… Opoo lek wis namane timnas gak ono prestasine, coba lek sik ndik tim daerah pasti mbois2, koyok piala Danone, pasti iso bersaing, g memalukan koyok timnas…. Mending Timnas diwakili klub ae,.. PSSI g becus didik timnas.. kekno wong daerah ae… S1J

  13. kucluk
    15 Jul 08
    12:07 pm

    Halak terus itu biasa bagi sepakbola indonesia, solusinya organisasinya [PSSI] yang harus dirubah total.total.total.
    setuju untuk AREMA U-21 ikut dalam pertandingan2 di liga, untuk menaikkan mental dan respect terhadap aturan yang ada di sepakbola.
    FOLLOW WITH PRIDE

  14. tigis ohorgun
    15 Jul 08
    3:59 pm

    wes……..! gak dukung TIMNAS gak pathe’en….

  15. arif_gresU
    16 Jul 08
    1:23 am

    selama masih ada orang tidak paham sepak bola yg duduk organisasi sepakbola, jangan harap sepakbola kita berprestasi.

  16. Onod32
    17 Jul 08
    8:28 pm

    Stadion bola banyak, lapangan futsal banyak, referensi bola dari siaran langsung TV (inggris, italia, spanyol, indonesia) banyak, klub bola banyak dari divisi super sampai divisi gurem, penduduk Indonesia banyak 250 juta orang…

    Apa yang kurang ya? tanya kenapa?

  17. T14W
    19 Jul 08
    4:27 am

    Arek2 iku.. Wes pada berusaha kbh.. Sakno nek dtindas.. Sek cilik boz.. Dadi jok salahno seng maen.. PSSI ne iku senengane nyalahno wong liya..

  18. agay
    23 Jul 08
    4:01 pm

    coba pengurus pssi orang yg mantan atlet nasional yg pernah mengharumkan nama indonesia di kancah sepak bola internasional seperti widodo atau anjasasmara

  19. Evi
    30 Jul 08
    1:39 pm

    Menurut q timnas indonesia u 16 haruz d seleksi secara vers

  20. ryarif
    22 Nov 08
    7:40 am

    salam Indonesia

    selamat baut TIMNAS INDONESIA YANG SUDAH MEREBUT JUARA KE 2
    DI MYANMAR….

    maklumlah…kita bermain dinegeri orang ,….
    juara dua udah bagus………

  21. ryarif
    22 Nov 08
    7:43 am
  22. iin fitra
    11 Dec 08
    8:08 pm

    pssi pantek

  23. iin fitra
    11 Dec 08
    8:10 pm

    pssi hanjiank bacakak se pangananyo urang di pssi tu indak bautak.pitih se pangananyo.indak sepak bola di utaknyo.hidip psp padang.semen padang indak punyo urang padang doh

  24. naufal raihan
    21 Dec 08
    10:48 pm

    em potensikan pemain2 muda yg berbakat dan berilah sebuah peluang untuk bermain lebih bnyak didalam turnamen2 besar…..agar mempunyai pengalaman yang sangat penting……
    jadi terus semangat tanah airku tanah air INDONESIA…….

    INDONESIA BISA!!!!!!!!!

  25. axcel
    22 Dec 08
    12:10 pm

    salam bola brooo!!!!
    gimana kalo pelatih timnas di ganti ma ki joko bodo ja….
    kontraknya ga mahal,di jamin deeeh gawang ga kebobolan..kan punya keris sakti..ga butuh skil & teori..ga butuh postur tinggi besar (soalnya cari pemain yg min rata2 175cm dari 250jt ga ada) buktinya lawan thailand aja buat bulan2nan,thailand aja bisa cari pemain postur tinggi dan mampu ngontrak pelatih dr inggris!!….Apa perlu nieh… kita penggila bola iuran tuk ngontrak pelatih berkualitas..jual kambing pun rela kok…asal ga di korupsi aja !!!!!!!!!!!!

  26. almaas banyuwangi
    22 Dec 08
    1:48 pm

    Apa mungkin dukunnya kurang ya……minta tolong aja ama persatuan dukun se indonesia,siapa tau jitu.. pelatih lokalpun ga papa.. trus pemain-nya di ksh bekal silat..biar main kalah tp klo geger menang..pemain yang kokoh2,skil bgs dari persipura g di pakek,yg kerdil2 yg di pakek apa mau bikin persatuan sepak bola kerdil indonesia…..padahal semua orang indonesia tau persipura yg paling oke di negeri ini…strategi, postur….timnas wes emboooh poko……e….amburaduuul……

  27. akbar
    24 Dec 08
    7:33 pm

    good buat timnas indonesia maju terus!!!!!